8 Bulan Menjalani Kisah dengan Kamu...

Mencintai mu adalah hal terindah yang pernah kurasakan. Setelah sekian lama menjalani hidup ini sendiri tanpa seorang kekasih akhirnya aku menemukan kamu. Hari-hari pun menjadi semakin lebih indah, indahnya matahari dipagi hari sebagai bukti keceriaanku sekarang. Yang kurasakan hanyalah bahagianya memiliki mu, entah apa yang ada di otak ku sekarang tapi yang pasti aku selalu memikirkan mu setiap waktu, detik, menit bahkan hari. Pelangi pun terus memancarkan warna nya seolah semuanya itu mewakili kehidupanku yang sekarang lebih berwarna oleh kehadiranmu.

Namun aku terus bertanya
kenapa harus kamu? Yang terpisah oleh jarak dan waktu
kenapa harus kamu? Yang tak ku tau asal usulnya
kenapa harus kamu? Orang asing yang tiba-tiba menyelonong masuk dikehidupanku
kenapa harus kamu? Yang membuatku merasakan cinta tapi berujung perpisahan
kenapa harus kamu? Yang membuat ku merasakan kasih sayang

            Hati ini pun terus bertanya-tanya akan artinya kehadiranmu di kehidupanku, dan sebagian hati yang lain menolak pertanyaan itu, seakan biarkan lah semuanya tak usah dipikirkan, biarlah aku merasakan kesenangan cinta itu. Perbedaan jarak dan waktu pun aku hiraukan dan berharap semua itu tak menjadi penghalang kisah cinta ini. Namun, apakah semua nya ini pantas dibilang cinta? Disaat aku hanya dapat memikirkan mu, menaruh namamu dihati walau aku belum pernah melihat sosok indahmu. Apakah semua nya ini pantas dibilang cinta? Disaat aku tak tau keadaanmu disana. Apakah semua nya ini pantas dibilang cinta? Saat kita tak dipertemukan oleh kerinduan yang sama. Apakah semuanya ini pantas dibilang cinta? Saat aku merindukanmu namun jemari kita tak saling menggenggam hingga saat ini.

            Sepenting apakah pertemuan nyata bagimu? Sepenting apakah aku bagimu? Aku hanya bisa mengira-ngira perasaanmu sekarang. Yang ku tau aku kamu kita memiliki perasaan yang sama, entah benar atau tidak. Entah setan apa yang merasuki ku, kisah ini seakan tak nyata namun ternyata semuanya itu nyata. Bagiku pertemuan nyata itu sangat penting, karena tak mungkin kita tetap bertahan namun tak bertemu. Tak mungkin kita terus bertahan pada pesan-pesan singkat dan kelembutan suara itu. Pertemuan di dunia maya ini sangat tak disangka, semua pertemuan itu selalu dipertanyakan keasliannya. Namun aku yakin cinta itu bisa datang kapan saja, kepada siapa saja, bahkan darimana saja.

            Kita tak bisa menyalahkan keadaan, karna kita yang memutuskan semua nya ini. Tak bisa dipungkiri ada sekat jarak ratusan ribuan kilometer yang memisahkan kita, yang membatasi aku dan kamu. Walaupun kamu jauh, disini lantunan doa selalu kupanjatkan berharap kamu baik-baik saja disana. Bayanganmu yang semakin nyata membuat hatiku bergejolak ingin bertemu dengan mu namun tak mungkin. Tapi aku yakin walaupun kamu jauh kita tetap merasakan rindu, kita tetap melihat indahnya bulan dimalam hari yang sama, tapi yang berbeda aku menatap nya disini dan kamu disana.

            Hari demi hari tak dapat ku tahan lagi, aku hanya membuang-buang waktuku dengan ini. Aku hanya dibodohi oleh jarak ini, aku hanya dibodohi oleh cinta ini. Aku masih memiliki kehidupanku sendiri, aku masih memiliki kebahagiaan ku sendiri tanpamu.

            8 bulan sudah... kisah ini terjalin antara aku dan kamu. Ku rasa cukup, cukup bagi aku dan kamu merasakan sakit, ya sakit karna rindu. Hati ini selalu berkata jangan berakhir, aku tak ingin berakhir satu jam saja aku ingin diam berdua, jangan berakhir karna esok takkan lagi, satu jam saja hingga kurasa bahagia. Walau hanya satu jam saja itu pun tak mungkin. Aku tau cinta itu memang tak selamanya indah, tapi bisa jadi moment terindah saat ku jalani bersamamu.

            Semua nya ku akhiri dengan tetesan air mata, yang tak henti-hentinya mengalir melewati indahnya pipi ini. Aku yang selalu terbangun dalam keadaan masih merindukan mu dan semoga kamu tau. Aku yang dulu selalu berharap kita segera menemukan cahaya terang agar tak berkubang pada mimpi dan pengandaian saja.

            Tapi kini semuanya sudah berakhir, aku sadar bahwa cinta tak bisa dipaksakan. Seandainya kamu tau, melepaskan yang sudah tergenggam bukanlah hal yang mudah dan tidak akan pernah mudah. Aku bukan tak mencintaimu lagi, aku hanya mencoba tak membuang waktu ku kalau kau tak pernah memperjuangkan pertemuan. Disini aku tetap mencintaimu, mengingat kamu berkata rindu.

            Jangan membenciku karna aku yakin kamu akan menemukan cinta yang baru, ya cinta yang akan selalu berada disisimu menemani setiap detik moment indah bersamamu. Mungkin kita akan merasakan hal yang sama tapi bersama orang yang berbeda. Aku terlalu muak dengan kisah ini, terlalu lelah dengan ‘kita’ yang tak pernah kau anggap ada dan nyata. Yang tak pernah kau perjuangkan. Aku bersyukur pernah mengenal mu, pernah bersamamu walau tak saling melihat. Tapi disini aku belajar bahwa saat-saat terbaik dalam hidup kita adalah saat berada disisi seseorang yang kita cintai. Bukan selama ini aku tak bahagia bersama, aku hanya butuh kamu disini.
Aku tak sesempurna yang lain, aku hanyalah sosok yang dapat mencintaimu bahkan mengagumimu dari kejauhan saja. Namun saat ini bukan penyesalan tapi aku sadar bahwa waktu tak pernah peduli pada siapapun, dia akan terus berjalan tanpa melihat apapun. Seperti itu lah aku dan kamu. Kita harus terus berjalan, berjalan menuju kebahagiaan walau tak bersama. Hidup ini pun penuh pilihan, dimana kita harus memilih untuk tetap terus bersama walau terpisah atau mencari kebahagiaan yang lain.


          Ajari aku cara melepaskanmu dengan baik dan benar. Ketika jarak tak mampu menyatukan kita, pada satu cinta. Sekarang aku belajar melupakanmu, walau nyatanya aku tak akan mampu. Kamu jauh lebih nyata setelah menjadi kenangan. Aku pun belajar bahwa cinta tak selalu melalui pandangan mata, cinta bukan karna perkenalan lama, cinta bisa berada dimana saja. Tapi tak bisa dipungkiri kita membutuhkan pertemuan nyata dan perawakan nyata. Untukmu ‘Kebahagiaan bukan sesuatu yang diciptakan. Tetapi datang dari setiap tindakkan kita’. Kamu yang membuat aku mengerti arti cinta, tanpa harus mencari artinya sendiri.

`Terimakasih cinta`

#akukamukita


Comments