HARUS TERPISAH
Dengan kesendirian tanpa teman spesial
ku jalani hari-hari ku, canda tawa pun mewarnai duniaku. Namun terkadang aku
merasakan ada yang kurang dalam hari-hariku. Canda, tawa, kebahagiaan seakan
sirna habis di hempas angin dingin yang terasa sampai kedalam rusuk. Sampai
akhirnya suatu hari ku menemukannya.
Berawal dari jejaring sosial yang
sampai saat ini masih dijadikan ajang cari jodoh, tapi disitulah aku menemukan
dia. Sapaan manis dan hangat ku terima dengan senyuman, awal yang cukup biasa walau
hanya sebatas pesan singkat, namun perhatian yang ku rasa membuat jantung berdegup
dan berpacu cukup kencang. Ada perasaan yang aneh saat dia datang, apakah ini
jatuh cinta? Entahlah, jangan berharap.
Hati ini selalu memberontak entah
mengapa dan kenapa, ku yakinkan hati kalau ini bukan cinta. Aku hanya
menyukainya sebatas teman saja, namun tak dapat kutahan ternyata ada setitik
harapan. Berharap dia merasakan harapan seperti yang ku rasa, walau hanya
setitik bukan?
Pertemuan
ini membuatku gugup, jantung berdetak amat kencang. Ku genggam erat kedua
tangan sampai akhirnya dia datang dengan sejuta pesona, mata seakan kaku untuk
berkedip. Tak ingin rasanya ku lewatkan detik demi detik kedatangannya. Duduk
berdua dan tak banyak bicara, mata yang berbicara.
Embun
pagi seakan menjadi saksi, sinar surya seketika mewakili keceriaan dihatiku
yang saat ini telah menemukanmu. Dari pertemuan itu aku dan kamu memulai kisah
baru yang kita akan kita ciptakan berdua dan hanya kita berdua. Hari demi hari
terasa sangat indah dan hangat tentunya, kamu memperlakukan aku layaknya
seorang putri raja. Kehadiran kamu merubah segalanya menjadi lebih indah, membawa
cintaku terbang tinggi ke angkasa. Seolah matahari hanya bersinar untukku dan
burung berkicau hanya untuk mewakili perasaanku. Cinta begitu berharga, ini lah
yang mulai kurasakan dan aku memahami bahwa sesungguhnya cinta akan indah bagi
orang-orang yang menghargainya. Mungkin ini awal kebahagiaanku yang telah Tuhan
siapkan.
Kamulah
pilihan yang tepat, meski aku tak tahu bagaimana akhirnya nanti. Namun yang
kuyakini Tuhan akan mempersiapkan sesuatu yang indah pada waktunya. Aku bersyukur
mengenal kamu, semua terasa berbeda karna kamu, hidup terasa lengkap oleh
cinta. Kamu serupa pelangi, indah menawan mewarnai hidup dengan warna indahmu. Semakin
hari semakin aku takut kehilangan kamu, mungkin terlalu cinta sampai-sampai tak
peduli apapun yang terjadi dalam kisah ini kelak. Semakin ketakutan menggerogoti
semakin juga kamu jauh.
Satu
hal yang baru saja kusadari, bukan hanya kamu yang menjauh, tapi perbedaan yang
sama sekali tidak ingin disatukan. Benak ku berfikir mengapa harus ada
perbedaan? Jawabannya singkat, untuk saling melengkapi. Tapi bagaimana jika perbedaan
itu mengenai keyakinan? Sanggukah aku dan kamu bertahan? Sulit, namun tetap
mencoba tuk mempertahankan hubungan yang susah payah diupayakan.
Inikah
cinta? Berawal indah namun harus tersakiti? Mengapa semuanya tidak adil? Ketika
aku menemukan cinta, yang sulit datangnya dan harus pergi begitu saja? Apa ini
jalan hidupku? Aku hanya membutuhkannya bersamaku, hanya itu. Terlalu sakit tuk
kulewati, terlalu perih tuk kujalani, terlalu pedih tuk kurasakan. Seolah-olah
semua sirna begitu saja, hilang seperti dibawa angin.
Air
yang kemudian membalut pipiku, seperti hujan membasahi taman. Pemberontakan,
rasa tidak terima ingin mencoba menghasut. Tetes demi tetes air mata terjatuh,
hanya sebuah ujian rasa sakit tiada akhir.
Sudahi
semua ini… tak perlu ditangisi lagi, kini harus kumengerti. Rindu begitu setia
menemani, disaat sepi kian menghantui. Kamu sang pencipta kenangan kebersamaan
kita yang singkat ini. Aku benci perbedaan, sekali lagi aku sangat membenci
perbedaan! Kita harus terpisah. Kini dunia lamaku kembali lagi, semakin gelap,
pekat tak ada sinar lagi.
Tapi
aku percaya perpisahan adalah sebuah jawaban untuk menanti kebahagiaan yang
baru.. dimana pun kamu berada, disitu pun doa-doaku kian menyertai
langkah-langkahmu. Mungkin suatu hari nanti kita akan saling duduk berdampingan
di tempat yang berbeda. Kamu dengan cinta baru dan aku dengan kenanganku.
`Jangan jatuhkan air matamu karena telah mengakhirinya,
tapi tersenyumlah karena cinta pernah ada walau sesaat.`
#akukamukita

Comments
Post a Comment